Khamenei: Israel Tidak Berdaya dan Bingung, Akan Lumpuh Tanpa AS

M. Gazali - News
05 November 2023 16:22
Ayatollah Ali Khamenei

JAKARTA - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut Israel menjadi 'tidak berdaya dan bingung' saat gempuran terhadap Jalur Gaza terus berlanjut untuk membalas serangan Hamas. Khamenei juga menilai Tel Aviv akan lumpuh tanpa dukungan Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Al Jazeera dan The Times of Israel, Jumat (3/11/2023), kritikan Khamenei untuk Israel itu disampaikan via media sosial X pada Jumat (3/11) waktu setempat. Postingan Khamenei itu ditulis dalam bahasa Ibrani yang diduga sebagai upaya untuk berbicara langsung kepada warga Israel.

Khamenei dalam postingannya menuduh pemerintah Israel, yang disebutnya sebagai 'entitas Zionis', telah 'berbohong' kepada rakyatnya saat menyatakan keprihatinan atas para sandera yang ditahan Hamas, namun menggempur area-area di Jalur Gaza yang kemungkinan menjadi lokasi para sandera tersebut.

Entitas Zionis berbohong kepada Anda," tulis Khamenei dalam postingan media sosial X menggunakan bahasa Ibrani, yang diduga ditujukan untuk warga Israel.

Dia menambahkan bahwa Israel tidak akan bisa bertahan tanpa adanya dukungan AS, sekutu kuatnya.

"Entitas Zionis tidak berdaya dan bingung pada saat ini, dan tanpa dukungan Amerika akan lumpuh dalam beberapa hari," sebut Khamenei dalam postingannya.

Iran dianggap oleh Israel sebagai ancaman nomor satu di kawasan. Teheran diketahui mendukung berbagai kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah, termasuk Hamas yang menguasai Jalur Gaza dan Hizbullah yang bermarkas di Lebanon.

Kritikan serupa untuk Israel, menurut laporan media Iran Press TV, juga disampaikan oleh Khamenei saat berbicara dalam pertemuan mahasiswa Iran menjelang Hari Nasional Melawan Arogansi Global.

Baca juga:
Buka Kongres XXIII PGRI, Presiden Tegaskan Pentingnya Lingkungan Sekolah yang Aman

Dia menyebut rezim Zionis telah dikejutkan oleh 'pukulan yang tidak bisa diperbaiki' dan bahwa kemenangan akhir, yang tidak lama lagi, akan menjadi milik Palestina dan rakyatnya.

"Rezim Zionis kini tidak berdaya, kebingungan. Mereka berbohong pada rakyatnya sendiri. Fakta bahwa mereka khawatir soal para tahanan (sandera) di tangan orang-orang Palestina juga merupakan suatu kebohongan," sebut Khamenei seperti dilansir Press TV.

Lebih dari 200 orang, yang mencakup warga sipil dan tentara Israel, juga warga negara asing, disandera oleh Hamas dan dibawa ke Jalur Gaza saat serangan pada 7 Oktober lalu. Para pejabat Tel Aviv menyebut lebih dari 1.400 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas akibat serangan Hamas.

Israel melancarkan serangan udara tanpa henti terhadap Jalur Gaza untuk membalas serangan Hamas tersebut. Laporan otoritas kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 9.061 orang, termasuk 3.760 anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel yang sudah berlangsung selama nyaris empat pekan terakhir.

Otoritas Israel juga melancarkan operasi darat dalam upaya mencari para sandera di Jalur Gaza, serta mempersiapkan invasi darat untuk memusnahkan Hamas. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bahkan berjanji melakukan segala upaya untuk membawa pulang para sandera dari Jalur Gaza.

Namun diketahui bahwa Israel menggempur kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza bagian utara pada pekan ini, yang menurut laporan otoritas Gaza, menewaskan sedikitnya 195 orang. Hamas mengungkapkan bahwa tujuh sandera, termasuk tiga pemegang paspor asing, ikut tewas akibat gempuran Israel tersebut. (*) 


Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment